Guru Favorit

Rabu, 22 Desember 2010 12:07:48 - oleh : gita

 

Well, kali ini Gita akan membahas bukan lagi mengenai siswa SMA Negeri 1 Kayuagung. Melainkan kita akan membahas mengenai guru SMANSAKA. Yup, sering di sebut guru favorit sama anak muda jaman sekarang. Menjadi guru yang di senangi murid itu termasuk sulit loh, taukan gimana nakalnya anak-anak tanggung seperti kita ini.

Setiap guru memang memilki sifat yang berbeda-beda, baik dalam berbicara, mengajar sampai tingkah lakunya. Ada yang baik sekali, ada yang kurang baik dan ada pun yang menururt kita “killer”. Tapi guru yakinlah semua guru itu sama, tujuannya sama-sama mengajar kita dengan hati yang tulus.

Guru favorit SMANSAKA kali ini adalah guru yang tak asing lagi, yaitu Dra. Hj. Nurhayati Ibrahim. Mari kita bongkar abis identitas ibu kita yang satu ini.

Wanita kelahiran Palembang, 11 Juni 1954 ini mempunyai nama lengkap Dra. Hj. Nurhayati Ibrahim. Beliau anak ke-2 dari 11 bersaudara. Pasangan dari bapak H.Ibrahim Muhammad dan ibu Siti Khodijah. Beliau mulai mengabdikan dirinya sebagai guru bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Kayuagung sejak tahun 2006.

Wanita yang bertempat tinggal di Jl. Kopral  Hanafiah Lk.IV RT 03 No.053 Tanjung Raja ini, nggak pernah nyangka kalo dia bakal terpilih menjadi guru favorit SMA Negeri 1 Kayuagung. Ketika di Tanya gimana perasaannya setelah terpilih menjadi guru favorit SMANSAKA, Beliau hanya tersenyum dan menjawab “Alhamdulillah, senang sekali dan terimakasih atas penghargaan anak-anak. Saya bahagia sekali karena sudah terpilih menjadi guru favorit, ini adalah karunia Tuhan yang diberikannya kepada saya.” Jawab Beliau saat di wawancara. Sebelum akhirnya berpindah ke Tanjung Raja dan bertugas di Kayuagung, Beliau sempat tinggal di Palembang dan bersekolah disana. Di mulai dari TK Palembang, SD 59 Talang Ratu Palembang, SMP dan SMA Mu’alimin Muhammaddiah Palembang, dan hingga beliau kuliah di UNSRI S1 dan IAIN S2 jurusan Bahasa Indonesia. Dan sampai pada tahun 1985 Beliau resmi menjadi sarjana.

Ibu guru kita yang satu ini sudah cukup banyak menempuh perjalanan karirnya, di antara lain pada tahun 1988-1991 guru SPGN 1 Kayuagung, 1999-2001 Kepala sekolah SMA Negeri 1 Mesuji, 1992-1999 guru SMA Negeri 3 Unggulan Kayuagung, 1999-2001 kepala sekolah SMA Negeri 1 Mesuji, 2001-2005 kepala sekolah SMA N 1 Sp.Padang, dan hingga akhirnya pada tahun 2006 sampai sekarang Beliau menjadi guru Bahasa Indonesia di SMA Negeri 1 Kayuagung (wiih…pengalaman kerjanya banyak juga yaa!!)

Oh ya, sobat GITA tau nggak, awalnya cita-cita Ibu Nurhayati sebenarnya bukan menjadi guru  menjadi hakim yang bijaksana. Nah loh, baru pada tau kan? Sebenarnya kita pasti sangat setuju kalo Beliau jadi hakim, sangat bijaksana pastinya. Wah..wah cita-cita Ibu Nurhayati sangat mulia ya, ingin menjadi hakim yang bijaksana, ingin menegakkan keadilan. Hm.. tapi pekerjaan Ibu Nurhayati saat ini yaitu sebagai guru Bahasa Indonesia sudah sangat mulia.

Ibu guru kita yang mengajar Bahasa Indonesia di kelas XII ini mempunyai hobbi yang banyak dan seri-seru juga loh.. di antaranya yaitu, travelling alias jalan-jalan, baca, olah raga badminton, tenis meja, tenis lapangan, dan nonton. Waah.. berarti ibu kita yang satu ini serba bisa yaa alias multitalent deh. Beri tepuk tangan prok prok prok ! hahaha

Eits, selain mempunyai hobbi yang keren-keren, ternyata Ibu guru kita satu ini disiplin nya sangat tinggi. Sebagai seorang wanita Beliau tetap tegas dan tidak kalah sama guru laki-laki. Salah satu contohnya, setiap hari Beliau pergi dari rumah ke sekolah untuk memberikan ilmunya kepada kita sekitar pukul 05:30. Kurang pagi gimana coba? Mungkin kita saja masih pada berselimut J. Sifat seperti ini adalah salah satu sifat Beliau yang harus kita contoh. Semangat Beliau melebihi semangat kita yang harusnya lebih semangat dalam menuntut ilmu.

Di akhir wawancara Beliau menyampaikan pesan dan kesan untuk kita semua sebagai siswa SMANSAKA.

“dalam hidup kita itu harus berjuang, atti ullu wakili amri yang artinya taat lah kepada Rasul dan pemimpin!” Dan nggak lupa Beliau memberikan masukan atau nasehat buat seluruh tim redaksi GITA, Beliau sedih sekali, karena majalah GITA terhenti dan Beliau juga sangat senang sekali, karena majalah GITA dapat terbit kembali. Semoga majalah GITA dapat hadir setiap bulannya, selama nya. Semoga majalah GITA tidak sakit lagi”.

Menyentuh sekali pesan dan kesan dari Beliau. Memberikan motivasi tersendiri bagi kami tim redaksi GITA. Walaupun mungkin kami tidak bisa lagi menerbitkan sebuah majalah, kami akan tetap menjadi GITA melainkan dengan tampilan baru yaitu GITA E-magazine. Majalah internet GITA. Amin.

 

kirim ke teman | versi cetak

Berita "Gita" Lainnya